Hubungan Self-Esteem Dengan Kualitas Hidup Pasien Ggk Yang Menjalani Hemodialisa
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat irreversibel, sering memerlukan terapi hemodialisis seumur hidup. Proses ini memengaruhi aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan pasien, sehingga berdampak pada kualitas hidup. Salah satu faktor psikologis penting adalah self-esteem atau harga diri. Mengetahui hubungan self-esteem dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Doloksanggul tahun 2024. Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner self-esteem dan kualitas hidup yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Mayoritas responden memiliki self-esteem tidak baik (60%) dan kualitas hidup tidak baik (60%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,583 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara self-esteem dan kualitas hidup. Self-esteem yang rendah berhubungan signifikan dengan rendahnya kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis