##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Ginvera Ivaninanda Ginting
Susy Hariaty Situmorang

Abstract

Luka diartikan sebagai keadaan terputusnya kontinuitas jaringan, dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur anatomi, sifat, proses penyembuhan, dan lama penyembuhan. Fase penyembuhan luka secara umum dibagi menjadi tiga fase antara lain fase inflamasi, proliferasi dan maturasi. Jenis penelitian ini adalah desain kuantitatif penelitian survei analitik. Pendekatan yang digunakan adalah studi cross sectional dengan tujuan untuk melihat Hubungan Pengetahuan Keluarga tentang Perawatan Luka dengan Penyembuhan Luka Pasien Post Laparotomi di Rumah Sakit Umum Haji Medan tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan keluarga tentang Perawatan Luka adalah kategori kurang sebanyak 14 orang (45 ,2%), dan minoritas pengetahuan keluarga adalah kategori baik sebanyak 7 orang (22,6%). Pengobatan penyembuhan luka Pasien Pasca Laparotomi adalah kategori inflamasi sebanyak 12 orang (38,7%) dan minoritas adalah kategori maturasi sebanyak 9 orang (29,1%). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga tentang perawatan luka dengan penyembuhan luka pasien pasca laparotomi di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Hasil uji Chi Square diperoleh nilai p=0,003 (p<0,05). Disarankan kepada Rumah Sakit Umum Haji Medan, diharapkan agar terus meningkatkan penyuluhan kesehatan tentang perawatan luka dan penyembuhan luka pada pasien pasca laparotomi.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

References
Arisanty, IP (2013). Manajemen Luka Perawatan :Konsep Dasar. Jakarta : EGC.
kegembiraan hitam. M & Jane Hokanse Hawks, (2014). Keperawatan Medis Bedah vol 2. Jakarta: Salemba Medika.
Carville. K. (2012). Manual Perawatan Luka.(edisi ke-6). Australia Barat: Yayasan Rantai Perak.
Dealey C. (1999). Perawatan luka: Panduan bagi perawat. Oxford; Malden, Mass. Ilmu Pengetahuan Blackwell.
DiGiulio Mary, Donna Jackson, Jim Keogh (2014), Keperawatan Medikal bedah, Ed. I, Yogyakarta: Penerbitan Rapha.
Dowsett, C. (2011). Kelembaban dalam Penyembuhan Luka: Manajemen Eksudat. Jurnal Perawatan luka. .8-12.
Gitarja .W.S.(2008). Perawatan Luka Diabetes. Bogor : Penerbitan Wocare
Halim, A.S., Khoo,T.L.,& Mat-Saat,A.Z.(2012). Persiapan Tempat Tidur Luka dari Perspektif Klinis. Jurnal Bedah Plastik India,Vol 45(2).193-202.
Ismail, D.D., & Irawaty, D. (2009). Penggunaan Balutan Modern memperbaiki Penyembuhan Luka Diabetik. Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol.XXV, No.1
Kartika, R.W. dkk., 2015. Perawatan Luka Kronis dengan Modern Dressing.
Lazarus GS, Cooper DM, 1994. Pengertian dan pedoman pengkajian luka dan evaluasi penyembuhan. Lengkungan Dermatol. Muharania (2012). Tingkat kepuasan pasien Diabetic Ulcer tentang perawatan luka modern di Klinik.
Nather. A.(2013). Kaki diabetik. Singapura: Ilmiah Dunia.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Nurrahmah.E., Kristianto.H., & Gayatri. D.(2011). Aspek Kenyamanan Pasien Luka Kronik Ditinjau dari Transforming Growth Factor β1 dan Kadar Kortisol. Makara, Kesehatan Vol 15 (2).73-80.
Nursalam, 2009. Konsep & penerapan metodologi penelitian kesehatan. Jakarta : Salemba Medika.
Perry & Potter. (2006). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Edisi: 4. Jakarta: EGC
Poerwantoro, PD (2013). Dasar-dasar Perawatan Luka Modern dan Pemilihan Dressing untuk Berbagai Jenis Luka. Jakarta Timur: Pancar Gradia.
Sari, Yunita. (2015). Perawatan Luka Diabetes. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Schulitz, G., Mozingo, D., Romanelli, M., & Claxton, K. (2005). Penyembuhan luka dan WAKTU; konsep baru dan aplikasi ilmiah perbaikan dan regenerasi luka. Jilid 13 (4): 1-11.
Syah A & Afzal M (2013). Prevalensi Diabetes dan Hipertensi serta Hubungannya dengan Berbagai Faktor Risiko pada Berbagai Populasi Muslim di Manipur, India. J Gangguan Metab Diabetes.