##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Jesmo Aldoran Purba
Bintang Hartati Nasution
Arif Rahman Aceh
Susy Hariaty Situmorang

Abstract

Latar Belakang: Lansia sering mengalami penurunan self-esteem akibat perubahan fisik, kehilangan peran sosial, dan keterbatasan aktivitas. Rendahnya harga diri berdampak negatif pada kualitas hidup mereka. Upaya peningkatan kesehatan mental lansia melalui pendekatan konseling kelompok diharapkan dapat memberdayakan lansia agar lebih percaya diri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Menggambarkan pelaksanaan program pemberdayaan lansia untuk meningkatkan self-esteem dan kualitas hidup melalui konseling kelompok. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa X dengan sasaran 25 lansia yang dibagi menjadi 3 kelompok kecil. Program terdiri dari empat sesi konseling kelompok selama satu bulan, masing-masing berdurasi 60–90 menit. Materi meliputi pengenalan konsep self-esteem, keterampilan komunikasi positif, penguatan sosial, dan perencanaan kegiatan positif. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan kuesioner singkat, disertai observasi partisipasi dan wawancara umpan balik. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas peserta memiliki self-esteem rendah (64%) dan kualitas hidup sedang hingga rendah (68%). Setelah mengikuti program, peserta dengan self-esteem tinggi meningkat menjadi 72% dan kualitas hidup baik meningkat menjadi 68%. Peserta juga menunjukkan peningkatan partisipasi sosial, rasa percaya diri, dan interaksi antar anggota kelompok. Konseling kelompok terbukti efektif meningkatkan self-esteem dan kualitas hidup lansia di komunitas. Program ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan dukungan kader kesehatan, perangkat desa, dan keluarga untuk menjaga keberlanjutan manfaat.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##