Kondisi Kesehatan Masyarakat Berdasarkan Survei dan Observasi
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang ditandai dengan tubuh pendek. Prevalensi stunting tahun 2018 di Indonesia mencapai 30,8%. Terdapat berbagai faktor risiko yang diduga menjadi penyebab utama stunting, salah satunya pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita di Provinsi X dan memberikan gambaran prevalensi balita yang mengalami stunting serta proporsi bayi yang mendapat ASI Eksklusif pada setiap kabupaten di Provinsi X. Desain studi pada penelitian ini adalah studi ekologi dengan unit analisis agregat. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yaitu data Gizi KIA Indonesia (kumulatif bulan September 2022). Terdapat enam kabupaten/kota yang digunakan sebagai sampel pada penelitian ini. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan lima dari enam kabupaten di Provinsi X memiliki proporsi balita yang mengalami stunting cukup tinggi serta proporsi bayi yang mendapat ASI Eksklusif rendah. Kemudian, tidak ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting, yaitu (p-value=0,402). Perlu adanya penelitian lebih lanjut yang meneliti faktor risiko stunting selain pemberian ASI Eksklusif.
##plugins.themes.bootstrap3.article.details##
Remaja di Arab Saudi. Jurnal Internasional Kedokteran dan Kesehatan Remaja, 32(4). https://doi.org/10.1515/IJAMH-2017-0180/MACHINEREADABLECITATION/RIS
Alves, J., Perelman, J., Soto-Rojas, V., Richter, M., Rimpelä, A., Loureiro, I., Federico, B., Kuipers, M.
AG, Kunst, AE, & Lorant, V. (2017). Peran orang tua yang merokok terhadap remaja yang merokok dan pola sosialnya: survei cross-sectional di enam kota di Eropa. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Oxford, Inggris), 39(2), 339–346. https://doi.org/10.1093/PUBMED/FDW040
Atlas, W. (2022). Atlas Tembakau WHO.
Ayu, N., Sari, M.E., Komang, N., & Resiyanthi, A. (2020). Hubungan Perilaku Merokok Orang Tua dengan Kejadian Stunting. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 3(2), 24–30. https://doi.org/10.32584/JIKA.V3I2.773
Azagba, S., Kennedy, RD, & Baskerville, NB (2016). Kebijakan sekolah bebas rokok dan paparan asap rokok: Analisis Kuasi-Eksperimental. Penelitian Nikotin dan Tembakau, 18(2), 170–
176. https://doi.org/10.1093/ntr/ntv077
Bafunno, D., Catino, A., Lamorgese, V., Longo, V., Montrone, M., Pesola, F., Pizzutilo, P., Petrillo, P., Varesano, N., Zacheo, A., Del Bene, G., Lapadula, V., Mastrandrea, A., Ricci, D., Di Lauro, A., Cassiano, S., & Galetta, D. (2021). Prevalensi Merokok, Pengetahuan dan Persepsi tentang Pengendalian Tembakau di Kalangan Profesional Kesehatan: Sebuah Survei di Pusat Kanker Italia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 46(3), 597–602. https://doi.org/10.1007/S10900-020-00907-8/TABLES/2
BPS Jawa Timur. (2022). Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur 2021.
Cahn, WZ, Drope, J., Hamill, S., Islami, F., Liber, A., Nargis, N., & Stoklosa, M. (2018). Tembakau
Atlas. Ulasan In Choice Online (Vol. 50, Edisi 05). https://doi.org/10.5860/choice.50-2422
CDC. (2022). Remaja dan Penggunaan Tembakau | Merokok dan Penggunaan Tembakau | CDC. Di Kantor Merokok dan Kesehatan, Pusat Nasional Pencegahan Penyakit Kronis dan Promosi Kesehatan. https://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/youth_data/tobacco_use/index.htm