##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Yanty Gurning

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah metode sederhana yang digunakan untuk menilai status gizi seseorang. IMT terkait dengan faktor risiko obesitas dan penyakitkomplikasinya. Diperlukannya pengetahuan terkait hal-hal yang berhubungan dengan IMT agar dapat mengontrolnya tetap berada pada keadaan normal atau ideal. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan mengenai hubungan Aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta pola makan yang baik guna mengontrol IMT tetap normal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi literatur. Kajian sastra dilakukan terhadap artikel penelitian, buku, serta dokumen pemerintah. Hasil yang didapat bahwa aktivitas fisik berhubungan dengan IMT terkait dalam hal pembakaran energi serta cadangan lemak pada tubuh. Aktivitas fisik yang kurang akan menimbulkan kecenderungan pada nilai IMT yang tinggi. Begitupun sebaliknya, aktivitas fisik yang tinggi cenderung pada pengaturan nilai IMT yang lebih rendah (normal). Selain mengatur aktivitas fisik, guna mendapatkan IMT yang ideal diperlukan pengaturan pola makan yang baik yaitu dengan memperhatikan jenis, jumlah, serta jadwal konsumsi makanan.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

References
Departemen Kesehatan RI. (2012). Profil Kesehatan Indonesia 2012. http://www.depkes.go.id/resources%0A/download/pusdatin/profilkesehatan- %0Aindonesia/profil-kesehatan indonesia-%0A2012.pdf

SIAPA. (2010). Strategi Pencegahan Berbasis Populasi untuk Obesitas Anak. SIAPA.

Supriasa, I.D. . (2013). Penilaian Status Gizi (M.Ester (ed.)). MISALNYA.

Hidayati, L. (2010). Kekurangan Energi dan Zat Gizi merupakan risiko terjadinya stunting. Jurnal Kesehatan, 3(1), 89–104

SIAPA. (2018). Masyarakat yang lebih aktif untuk dunia yang lebih sehat: rencana aksi global mengenai aktivitas fisik 2018-2030. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/272722/9789241 514187-eng.pdf?ua=1

Chen, C., Dieterich, A., Koh, J., Akksilp, K., Tong, E., & Budtarad, N. (2020). Protokol penelitian aktivitas fisik di tempat kerja (PAW): Uji coba acak klaster dari intervensi istirahat pendek multikomponen untuk mengurangi waktu duduk dan meningkatkan aktivitas fisik di kalangan pekerja kantoran di Thailand. Kesehatan Masyarakat BMC, 20(1), 1– 12.

Depkes RI. (2015). Pembinaan Kesehatan Olahraga di Indonesia. Di Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI : Info Datin
Pradana, A. (2014). Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan nilai lemak viseral. Jurnal Media Medika Muda, 1–19